Ikhwahfillah rohimahullah,
Ya Allah! Sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencintai-Mu, bertemu untuk mentaati-Mu, bersatu untuk berdakwah di jalan-Mu, berjanji untuk membela syariat-Mu. Ya Allah! Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah kecintaannya, tunjukkilah jalannya, penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah padam, lapangkanlah dadanya dengan luapan iman pada-Mu, indahkanlah ketawakalan pada-Mu, hidupkanlah dengan ma'rifah kepada-Mu, danmatikanlah sebagai syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya penolong dan sebaik-baiknya pelindung....Amin.
إِنَّمَاالْمُؤْمِنُونَإِخْوَةٌ
"Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara.." (Al Hujurat [49]:10)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan sebuah hadits tentang manisnya keimanan, "mencintai saudaranya karena Allah"
Ukhuwah pun merupakan kaliman nikmat yang sangat besar yang Allah berikan kepada orang-orang beriman,
وَاذْكُرُواْنِعْمَةَاللّهِعَلَيْكُمْإِذْكُنتُمْأَعْدَاءفَأَلَّفَبَيْنَقُلُوبِكُمْفَأَصْبَحْتُمبِنِعْمَتِهِإِخْوَانًا
"Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dulu (jahiliyah) saling bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu dan menjadikan kamu, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara" (al-'Imran [3]:103)
Kenikmatan ukhuwwah tidak dapat diganti dengan yang lain, bahkan tidak tergantikan. Segala bentuk kemenangan dunia, seperti kemenangan politik dan bergelimangnya fasilitas dunia, tidak akan berarti apa-apa jika berdampak pada rusaknya ukhuwwah. Rusaknya ukhuwwah, berarti rusaknya keimanan. Kemenangan itu hakekatnya bukanlah kemenangan jika pondasinya rusak. Itu lebih tepat disebtu fitnah. Dalam perspektif dakwah, kemenangan ditunjukkan dengan menangnya keimananan dan ukhuwwah atas sekulerisme dan materialisme.
Fitnah materi, memang menjadi faktor perusak ukhuwwah yang sangat dahsyat. Indahnya kebersamaan dan kecintaan akan melemah dan kering digilas pola hidup materialisme. Budaya saling shilaturahim diganti dengan budaya saling menjauh, budaya husnuzhan diganti budaya su'uzhan, budaya menutup aib diganti budaya gosip, budaya menolong diganti budaya menghina. Jika itu yang muncul dalam tubuh orang mukmin, yakinilah bahwa fitnah dunia sudah masuk ke dalamnya. Imam Al-Ghozali pernah ditanya, "Mungkinkah para ulama saling hasad?" Beliau menjawab, "Ya jika dunia sudah masuk ke jiwa mereka."

No comments:
Post a Comment